Wednesday, 1 April 2015

Tata Cara Memandikan dan Mengkafani Jenazah

Sebelum melakukan shalat jenazah, terlebih dahulu jenazah di mandikan dan dikafani. Hal-hal yang perlu dilakukan dan merupakan tata cara mendikan dan mengkafani jenazah sebagai berikut :

Memandikan Jenazah

  1. Tempat memandikan jenazah terlindung dari panas dan hujan
  2. Jenazah diberi pakaian basah agar tidak terbuka auratnya
  3. Seluruh tubuh jenazah disiram air mulai dari kepala sampai ujung kaki
  4. Kotoran dan najis yang melekat di badan jenazah dibersihkan.
  5. Kotoran yang ada pada kuku jari tangan dan kaki termasuk mulut dan gigi dibersihkan.
  6. Jenazah agak diangkat perutnya,  kemudian ditekan dan diurut agar sisa kotoran yang ada dalam perutnya keluar.
  7. Jenazah dimiringkan ke kanan dan ke kiri sambil disiram dengan air sabun, kemudian disiram kembali sampai bersih.
  8. Selesai dimandikan, jenazah diwudhukan dan terakhir disiram dengan air berbau harum, seperti kapur barus. Air digunakan untuk memandikan jenazah harus air suci dan mensucikan, kecuali dalam keadaan darurat.

Mengkafani Jenazah


Mengkafani jenazah berarti menutup aurat jenazah. Karena itu, ukuran paling sederhana adalah sekedar menutup seluruh anggota badan jenazah. Cara mengkafani jenazah yang paling sempurna adalah menutup seluruh tubuh dengan aturan sebagai berikut.

A. Jenazah laki-laki dikafani dengan menggunakan tiga lapis kain dengan ketentuan.
  1. Satu lapisan sebagai sarung yang menutup tubuh antara pusar sampai kedua lutut.
  2. Satu lapisan menutup tubuh antara leher sampai mata kaki
  3. Satu lapisan menutup seluruh anggota tubuh jenazah (sebagai pembungkus)
B. Jenazah perempuan dikafani dengan menggunakan lima lapis kain, dengan ketentuan.
  1. Satu lapis sebagai sarung
  2. Satu lapis sebagai penutup kepala
  3. Satu lapis sebagai baju/baju kurung
  4. Dua lapis sebagai pembungkus seluruh anggota tubuh jenazah
Sebelum jenazah dimandikan, perhatikan hal-hal sebagai berikut :
  • Persiapkan keranda atau balai yang digunakan sebagai tempat mengkafani jenazah.
  • Persiapkan tiga utas tali dari kain putih sebagai pengikat jenazah. Satu utas digunakan untuk mengikat tubuh jenazah yang diletakkan di antara pusat dan dada, dan yang kedua utas dipersiapkan untuk mengikat ujung bagian kaki dan ujung bagian kepala.
  • Hamparkan kedua lembar kain kafan di atas keranda atau balai yang sudah diberi tali dada diatasnya. Kain kafan ini berfungsi sebagai pembungkus.
  • Hamparkan kain kafan yang sudah dipersiapkan sebagai baju di atas kain kafan yang digunakan sebagai pembungkus, dan letakkan dibagian atas antara pusat sampai leher.
  • Hamparkan satu lembar kain kafan  yang sudah dipersiapkan sebagai sarung, dan letakkan dibagian bawah antara pusat sampai bawah lutut.
  • Siapkan tutup kepala dan letakkan di bagian kepala
  • Selesai secara keseluruhan basahi dengan bumbu-bumbu jenazah dan lengkapi dengan parfum atau pengharum di sela kain kafan.
  • Rapikan seluruh kafan dari tutup kepala, sarung, dan baju, lalu dibungkus dengan kain kafan pembungkus. Kain kafan pembungkus kemudian diikat dengan tali pada bagian tiga bagian, yaiut : di atas kepala, dia antara dada dan pusar, dan diatas kepala. Tali pengikat kafan tidak diikat mati agar mudah dibuka saat penguburan.

No comments:

Post a Comment